Jakarta Garden City Mengembangkan Konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta, Ini Hunian yang Kami Butuhkan!

No comments
Di awal tahun 2025 ini, saya dikasih kejutan hidup. Mendadak saja, kami diminta segera mengosongkan unit rumah susun yang sudah 9 tahun menaungi. Hanya disediakan waktu 1 bulan! Apa saya bisa menemukan rumah baru dalam waktu sesingkat itu? Jujur, saya takut dan sangat tertekan.

Jakarta Garden City Mengembangkan Konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta, Ini Hunian yang Kami Butuhkan!

Memang secara aturan, kami sudah melewati batas waktu diperbolehkan tinggal di sana. Mengingat rumah susun tersebut merupakan fasilitas dari kantor suami sebagai ASN, mau atau tidak, kami harus mengikuti surat pemberitahuan yang sudah dilayangkan.

Saya kira sederhana, cari kontrakan, masalah beres. Ternyata, mencari kontrakan yang sesuai dengan keinginan itu tidak mudah. Apalagi ada anak-anak yang mesti dipikirkan juga kenyamanannya. Tidak mungkin asal dapat dan asal ada. Bagi saya, rumah yang nyaman bagi anak-anak, itu yang utama.

Saking susahnya, saya sampai menangis di jalan. Kebetulan sedang hujan pula. Berhari-hari mencari, tak kunjung bertemu kontrakan yang pas. Bukan melebih-lebihkan, tapi proses pencarian itu benar-benar bikin saya stres. Masalahnya selalu berputar-putar di antara ukuran, akses, lingkungan, dan tentunya harga. 

Sampai akhirnya, berkat pertolongan Tuhan, rumah kontrakan yang sesuai itu ketemu juga. Saya dan keluarga kecil kami bisa bernafas lega hingga 1 tahun ke depan. Namun, berkat kejadian ini, saya menyimpulkan satu hal. Selama masih menyewa, sewaktu-waktu kami bisa saja disuruh mengosongkan rumah tiba-tiba seperti kemarin. 

Bagaimanapun, yang punya rumah bebas melakukan apa pun. Iya, kan? Apalagi saya sudah mendengar niat pemilik kontrakan yang sekarang untuk merenovasi dan menjual rumah-rumahnya. Makin deg-degan saja. Fix, saya harus segera mempersiapkan diri tanpa nanti-nanti. 

Memiliki Rumah Sendiri Jadi Solusi Sekaligus Target

Memiliki Rumah Sendiri Jadi Solusi Sekaligus Target

"Kapan beli rumah? Coba lah cari-cari dari sekarang."
Pesan dari orang tua yang sebelumnya saya abaikan ini (maaf ya, Ma, Pa), sekarang selalu terngiang-ngiang di kepala. Sebenarnya ada alasan kenapa saya belum berani membeli rumah. Saya takut berhutang dan takut tidak bisa membayar KPR. Andai ada "sesuatu" terjadi pada suami sebagai satu-satunya pintu penghasilan keluarga kami, walau amit-amit jangan sampai terjadi, saya khawatir tidak mampu melunasi. 

Namun, setelah mencoba mengontrak rumah di luar fasilitas kantor yang harganya sangat ramah di kantong itu, saya mendapat "kaca mata" baru. Harga mengontrak rumah saya sekarang cukup menguras tabungan. Bahkan demi membayar uang sewa setahun, suami akhirnya terpaksa berhutang ke bank. 

Sebagai informasi saja, harga sewa rumah saya sekarang di dareah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 35 juta setahun dengan tambahan deposit 3 juta. Luas tanah 46m² dan sudah termasuk carport di bagian depan. Berhubung saya mencari yang bisa masuk mobil dan ada parkiran mobil, serta setidaknya ada 2 kamar, makanya dapatlah harga segitu. Malah dari pengalaman saya berkeliling mencari, ini termasuk yang agak murah. Kebanyakan yang saya jumpai berkisar 45-60 jutaan. Semahal itu lo, guys! Dan jangan selalu bayangkan rumahnya luas dan lega. Termasuk juga akses jalan menuju ke sananya. 

Andai dengan mengusahakan KPR bisa memiliki rumah sendiri, bukankan itu lebih baik? Uang sewa puluhan juta itu bisa dialihkan untuk DP atau cicilan. Dan saya juga baru tahu kalau ternyata ada asuransi KPR yang membabat habis kekhawatiran saya.

Kini, saya dan suami menargetkan untuk memiliki rumah sendiri. Demi kenyamanan kami sekeluarga. Jadi jelas menetap di mana, tidak berpindah-pindah lagi. Mau mendekorasi rumahnya seperti apa, bebas. Tidak macam saat menyewa yang agak mengerem hasrat untuk memasang ini-itu. 

Memang betul bahwa tidak ada yang seindah dan senyaman tinggal di rumah milik sendiri. 

Jakarta Garden City Mengembangkan Konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta, Sesuai dengan Kebutuhan Hunian Kami


Kebetulan, kemarin suami sempat bertanya ke kakak ipar, apakah rumahnya di Jakarta Timur dijual atau tidak. Sayangnya, belum rezeki. Tapi ternyata, ada perumahan idaman kami yang tak jauh dari sana, yaitu di Jakarta Garden City

Lokasinya di Jalan Raya Cakung-Cilincing, dekat dengan exit tol Cakung Timur. Istimewanya, Jakarta Garden City atau yang disingkat juga dengan JGC ini, mengembangkan konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta. Jadi, pengembangannya sudah berbasis skala kota mandiri (township) di atas lahan seluas 370 hektar. 

Perlu juga dibahas sedikit untuk pengetahuan bersama, mana tahu ada juga yang sedang mencari hunian nyaman seperti saya.
  • Integrated Eco Township ini merupakan konsep kawasan perkotaan yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. #GoodLifeMatters itu penting sekali. Setuju? Kehidupan baik adalah dasar untuk berbuat lebih banyak kebaikan. Dan lingkungan tempat tinggal, jelas menjadi salah satu yang paling berpengaruh.
  • Sedangkan The Largest Business District terwujud dalam Jakarta Business District di kawasan JGC ini, yang menjadi nadi perekonomian dan terintergrasi langsung dengan kawasan resedensial premium, AEON Mall, IKEA, area komersial, pusat pendidikan, dan pusat kesehatan. 

Jakarta Garden City dipegang oleh developer PT Modernland Realty Tbk yang berpengalaman lebih dari 40 tahun sebagai pengembang properti terdepan di Indonesia dan sudah memiliki deretan penghargaan. Selama puluhan tahun itu, Modernland telah membuktikan dedikasi dan partisipasinya dalam mengembangkan properti terbaik di Indonesia, terutama di kawasan Jabodetabek.

Wah, saya sebagai home seeker, jelas sangat tertarik. Jakarta Garden City yang terus dikembangkan menjadi Global City, kawasan hunian modern dan terlengkap di Jakarta Timur, seperti menggambarkan kenyamanan hingga masa depan, hingga saya dan suami menua nanti. 
Pastinya membeli rumah bukan hanya memikirkan waktu sekarang, tapi jangka panjang sampai berpuluh-puluh tahun lagi. Bahkan bisa lebih.

Saya terbantu sekali dengan website official Jakarta Garden City. Bisa melihat-lihat tipe rumah mana yang paling tepat dengan kebutuhan. Jadi, misal ingin kunjungan langsung ke lokasi, tidak meraba-raba lagi mau melihat tipe rumah yang mana. 

Enaknya, banyak sekali tipe rumah yang disediakan. Variasi pilihannya benar-benar beragam, seakan siap menjawab berbagai kondisi keluarga yang tak akan mungkin sama. Bukan hanya rumah tapak dan cluster, tersedia pula apartemen dan area komersil. Baik yang murni untuk mencari rumah tinggal seperti saya, maupun yang hendak berbisnis dan investasi, Jakarta Garden City memfasilitasi.

Perumahan, apartemen, dan komersil di Jakarta Garden City

✅ Perumahan

Perumahan Jakarta Garden City tersedia dalam banyak tipe cluster, yaitu Mahakam, Yarra, Vastu, Cassia, Zebrina, La Seine, Shinano, Thames, Mississippi, D'Banyan, Lantana, Alamanda, dan Palm Spring. Setiap cluster dan rumah-rumah ini masih dibagi lagi dalam beberapa ukuran dan desain. Makanya, seperti yang saya bilang tadi, kita bisa lebih bebas mencari rumah yang sesuai dengan kebutuhan berkat pilihan-pilihan ini. 

✅ Apartemen

Mendukung gaya hidup modern, Cleon Park Apartemen menyediakan tipe unit mulai dari studio, 1 kamar, 2 kamar, dan 3 kamar. Yang single atau yang sudah berkeluarga, bisa tinggal di apartemen ini. Saya lihat videonya yang tipe 2 kamar di Instagram @jakartagardencity, ternyata apartemen di sini bukan yang sempit, malah cukup luas dan nyaman. Fasilitasnya pun makin bikin mupeng, seperti adanya kolam renang, gym, daycare, dan sky garden untuk menikmati saujana kota.

✅ Komersil

Deretan ruko di area komersil untuk para pebisnis menjadi keungulan Jakarta Garden City selanjutnya, yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi para pengusaha dan juga memberi dampak positif bagi seluruh penghuni di sini. Ruko-rukonya dibangun dengan niat dan maksimal, desinnya clear dan modern, di depannya tersedia tempat parkir, serta berlokasi di sisi jalan utama. Sehingga potensial untuk dijadikan tempat usaha atau kantor.

Fasilitas pendukung pun tidak setengah-setengah. Sebagai kota mandiri, fasilitas yang mendukung kebutuhan seluruh penghuni bisa dikatakan sangat lengkap. Rasanya saya tak perlu bepergian jauh-jauh untuk berbagai keperluan. Dalam kawasan Jakarta Garden City sudah ada pusat belanja, pusat gaya hidup, modern market, pusat kuliner, sekolah, rumah sakit, hingga pusat olahraga dan rekreasi.

Tipe rumah tipe The Essence di Jakarta Garden City
Tipe rumah tipe The Essence di Jakarta Garden City
Setelah melihat-lihat dengan saksama melalui website, ditambah pula informasi yang disampaikan oleh Kak Grace sebagai marketing Jakarta Garden City yang semakin membantu, saya jatuh cinta dengan tipe The Essence L5+Attic yang ada di cluster Yarra dan La Seine! Rasanya sesuai sekali dengan kebutuhan, rencana, dan aktivitas kami sekeluarga. Setidaknya beberapa alasan berikut mendasari kenapa pilihan saya tertuju pada tipe rumah ini. Mana tahu juga bisa menjadi referensi bagi sesama keluarga kecil dengan dua anak.

🌸 Luas Tanah dan Bangunan Sedang

Denah rumah The Essence Yarra & La Seine L5+Attic
Denah rumah The Essence L5+Attic
Rumah The Essence L5+Attic memiliki luas tanah 75m² dan luas bangunan 95m² yang dibagi menjadi 3 lantai. Ukuran yang sedang bagi saya dan keluarga. Tidak terlalu besar dan tidak pula terlalu kecil. 

Terdapat 3 kamar dan 3 kamar mandi, yang satu di antaranya ada di bawah. Ini banget yang saya inginkan. Soalnya, melihat orang tua saya yang sudah kesulitan naik-turun tangga di usia mereka, akan lebih baik bila ada satu kamar di lantai bawah untuk masa tua saya dan suami nanti. Atau kalau orang tua saya dari Padang ingin berkunjung, kamar ini juga akan menyamankan mereka. 

Sekarang sih tidak masalah kamar saya di atas dulu, selagi kaki masih kuat. Lagi pula, jumlah 3 kamar ini juga sesuai dengan kebutuhan kami sekeluarga, yaitu satu kamar untuk saya dan suami, 2 kamar untuk anak-anak yang pasti akan meminta kamar masing-masing saat besar nanti ketika sudah mengenal privasi.

Selain itu, di lantai dasar sudah ada ruang tamu (sekalian bisa untuk ruang keluarga), ruang makan, dan dapur. Dapurnya sudah di desain di dalam rumah, bukan di luar. Malah ada tanah lebih di belakang yang bisa dijadikan tempat menjemur baju dan dijadikan taman. 

🌸 Lantai 3 untuk Kerja

Lantai 3 untuk Kerja

Sejak awal menikah, saya dan suami selalu membincangkan sebuah ruangan khusus yang kami gunakan untuk bekerja di rumah. Saya aktif menulis dan suami fokus pada microstock foto serta beberapa bidang digital lain, di samping pekerjaan utama sebagai ASN. Pastinya akan sangat terbantu bila ada ruangan terpisah yang menjadikan kami lebih fokus. Inilah yang dimiliki oleh rumah tipe The Essence L5+Attic. 

Tambahan lantai paling atas, sempurna untuk merealisasikan apa yang sudah bertahun-tahun kami impikan. Saya bisa membayangkan ada salah satu dinding yang dipasang latar berfoto, lalu meja kerja, beberapa pajangan hobi action figure suami, plakat, dan sertifikat. Kalau lelah, kami bisa melepas penat di balkonnya. Sungguh, ini yang betul-betul kami inginkan dan butuhkan. 

Ke depannya pun anak-anak pasti juga membutuhkan privasi untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah atau kuliahnya yang semakin menantang. Tentu sangat bisa memanfaatkan area kerja ini agar dapat berkonsentrasi dengan lebih baik.

🌸 Desain Bangunan Minimalis, Bukan Minimal

Desain Bangunan Minimalis, Bukan Minimal

Terkadang saya suka kesal dengan label minimalis yang tidak tepat saat mempromosikan rumah. Minimalis itu sebuah konsep, bukan mengacu pada keterbatasan lahan dan bangunan. Jadi, ketika saya mendengar istilah minimalis, yang saya lihat pertama kali pasti luas tanah dan bangunannya. 

Dengan luas tanah 75m² dan luas bangunan 95m², jelas ini konsep minimalis yang sebenarnya. Dari tampilan depannya saja, sudah tampak garis-garis desain sederhana dan clear, namun tetap elegan. Kekinian sekali. Masuk ke dalam, desain minimalisnya pun makin kentara karena mengacu pada fungsi dan efisiensi. Setiap petak ruang berfungsi sesuai kebutuhan penghuninya, yaitu kami sekeluarga. Tidak ada ruangan yang dibiarkan tanpa fungsi, serta semuanya memanfaatkan lahan dengan optimal dan tepat guna.

🌸 Akses Jalan Lega

Berhubung semua rumah di sini memiliki carport, barang pasti akses jalannya cukup lega dilalui oleh mobil. Ruas-ruas jalan di Jakarta Garden City tidak pelit. Saya yang memiliki kemampuan menyetir sangat dasar ini, tak perlu deg-degan menyerempet pengendara lain atau sesuatu yang ada di pinggir jalan. 

Misal sekarang, karena akses jalan ke rumah pas-pasan untuk mobil berselisih, saya masih belum berani membawa mobil sendiri. Bahkan saat hujan, saya tetap memilih menjemput anak-anak pakai motor saja. Kadang kasihan melihat mereka kehujanan walau sudah memakai jas hujan. Soalnya mobil ada, malah terpaksa dianggurkan karena akses yang menciutkan keberanian berkendara.

Tidak ada maksud untuk tidak bersyukur atau menjelek-jelekkan kondisi tertentu. Yang ingin saya sampaikan di sini adalah akses jalan yang lega akan jauh lebih memudahkan seluruh anggota keluarga untuk beraktivitas dan bepergian. Terlebih ibu-ibu seperti saya yang belum jago menyetir, tapi perlu membawa mobil di waktu-waktu urgent karena tak ada orang lain yang bisa dimintai tolong.

🌸 Lingkungan yang Menyamankan

Lingkungan yang Menyamankan

Nyaman untuk sekarang dan nyaman juga untuk nanti. Konsep Eco-Township Jakarta Garden City memberi 60% ruang terbuka hijau yang membuat udara lebih bersih. Di tengah polusi kota, ini bak oase di padang pasir. Secara tidak langsung, pasti berpengaruh pada kualitas hidup yang lebih baik. 

Soal keamanan, saya tak perlu khawatir karena penjagaan 24 jam penuh.  Sistem keamanan terpadu diterapkan, yaitu pengamanan gerbang kawasan dan cluster, CCTV, patroli berkala, dan one gate system. Misal suami pergi dinas berhari-hari, saya akan lebih tenang. Karena bertiga bersama anak-anak di rumah, terkadang ada saja kejadian mencekamnya. 

Selain itu, entah kenapa, perumahan cluster menjadi lingkungan yang paling menyamankan bagi perantau seperti saya. Perbedaan latar belakang sering kali meningkatkan keakaraban, rasa kepedulian, dan toleransi. Saya harapkan juga akan saya dapatkan di Jakarta Garden City. Termasuk untuk anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang, lingkungan sosial yang terbaik pasti sangat menentukan pribadi mereka ke depannya.

🌸 Fasilitas Lengkap dalam Satu Kawasan

Fasilitas Lengkap dalam Satu Kawasan

Kebutuhan pertama sebagai ibu-ibu yang lebih sering di rumah adalah fasilitas layanan. Selain keamanan 24 jam yang telah dibahas sebelumnya, Jakarta Garden City juga mem
berikan pemeliharaan dan kebersihan lingkungan, infrastruktur jalan dan saluran, penyedia jasa angkutan kawasan, 
ambulan, pemadam kebakaran, skyliftdrainage system, dan customer service.

Kemudian untuk pendidikan anak-anak yang pastinya akan selalu menjadi prioritas, berdiri pula sekolah bertaraf internasional, seperti Golden Baby School, Sekolah Global Mandiri dan Singapore Intercultural School. Bahkan lokasinya sangat dekat karena semua berada di dalam kawasan Jakarta Garden City. Meski harus pindah sekolah karena dari Rumah Jakarta Timur terlalu jauh untuk ke sekolah yang sekarang, tidak masalah karena hanya satu kali pindah.

Fasilitas Pendidikan di Jakarta Garden City
Fasilitas pendidikan di Jakarta Garden City
Mau ke pasar, Modern Market selalu menyediakan produk berkualitas dan bahan pangan nan segar. Dekat sekali. Lagi-lagi, ini adalah kebutuhan primer emak-emak macam saya. Kalau enggak ke pasar, mau masak apa? Iya, kan?

Terus, menyambung pembahasan 60% ruang terbuka hijau tadi, yang sesuai dengan tagline Jakarta Garden City “Good Life Matters”, dilengkapi maksimal oleh Clubhouse seluas 3,7 hektar di mana di dalamnya terdapat kolam renang anak, kolam renang balita, lapangan tenis, lapangan basket 3-on-3, area bermain anak, gimnasium, dan sauna. Pokoknya, berbagai aktivitas indoor dan outdoor tersedia di clubhouse ini. Masih ada lagi, taman hijau dan rindang seluas 1,25 hektar, dibuatkan lintasan jogging sepanjang 400 meter yang sepertinya akan menjadi area jalan santai favorit saya dan suami. Bahkan kalau mau memacu adrenalin, bisa pula mencoba Jakarta Climbing Wall!
Fasilitas olahraga yang beragam
Fasilitas olahraga yang beragam
Daftar fasilitasnya masih ada lagi. Sebagai seorang muslim, Masjid Raya JGC dibangun dengan sangat apik sebagai tempat ibadah yang tak kalah nyaman. Karena orang tua saya mendidik dari kecil untuk selalu meringankan langkah ke masjid di waktu salat, keberadaan masjid otomatis saja masuk dalam pertimbangan mencari hunian. Tapi, tentunya bukan hanya masjid yang tersedia, karena tempat ibadah untuk semua agama ada. Benar kan apa yang saya katakan tadi, kawasan tempat tinggal dengan beragam latar belakang pasti akan menguatkan toleransi, termasuk toleransi beragama.

Masjid Raya JGC
Masjid Raya JGC 
Tak ketinggalan, fasilitas kesehatan Rumah Sakit Mayapada Jakarta Timur sebentar lagi akan beroperasi. Masih terbayang saat anak kedua saya mengalami demam kejang tengah malam. Rumah sakit yang dekat sangat membantu saat itu. Saat tahu ada rumah sakit yang dekat dengan rumah di Jakarta Garden City, ini sebuah keistimewaan ke sekian bagi saya. Saya yakin, pasti begitu pula bagi mayoritas orang.

Rumah Sakit Mayapada Jakarta Timur
Rumah Sakit Mayapada Jakarta Timur
Dan yang tak kalah penting untuk urusan makan-makan, karena saya hobi kulineran. Tinggal melipir ke Food Garden, pusat kuliner lengkap dan nyaman. Bahkan yang ternama seperti Richeese Factory Bebek Kaleyo, Rumah Makan Sederhana, Mie Gacoan, dan yang lainnya juga ada. Atau ingin cuci mata sekalian mencari hiburan? AEON Mall dengan J-SKY Ferris Wheel tertinggi di Jakarta terbuka untuk dikunjungi. IKEA pun tak kalah menarik untuk dimasuki bila ingin mencari perlengkapan rumah sekalian jalan-jalan-jalan dan kulineran. Soalnya makanannya juga enak-enak! 

Food Garden untuk kulineran
Food Garden untuk kulineran

AEON Mall dan IKEA yang cuma selangkah dari hunian
AEON Mall dan IKEA yang cuma selangkah dari hunian
Kurang lengkap apa lagi coba? 

Terakhir, pengembangan The Largest Business District yang dikembangkan Jakarta Garden City seakan membuncahkan kembali mimpi saya dan suami untuk membuka cafe atau tempat nongkrong berkonsep One Piece. Suami hobi mengoleksi apa pun terkait anime ini dan koleksinya sudah memenuhi rak di rumah. Mulai dari action figure berbagai ukuran hingga merchandise dan printilan-printilan kecilnya. Saya pun dulu pernah mencoba-coba menjalankan usaha kuliner kecil saat kuliah. Mimpi kami adalah memadukan keduanya. 

Nah, ruko yang ada di kawasan komersil Jakarta Garden City tentu menjadi tempat baik untuk merealisasikannya. Dekat dengan rumah, mudah mengontrol dan menjalankannya. Semoga saja suatu saat bisa terwujud karena fasilitasnya tersedia. Amin.

Bagi teman-teman sesama keluarga kecil dengan anak dua seperti saya, coba deh lihat-lihat tipe rumah The Essence L5+Attic cluster Yarra & La Seine di Jakarta Garden City ini. Mana tahu juga sesuai dengan kebutuhan. Karena bagi saya, mencari rumah bukan hanya asal bagus, tapi mesti dipastikan sesuai dengan kebutuhan seluruh anggota keluarga.

Atau kalau rasanya masih kurang cocok, banyak sekali pilihan lain yang menanti. Mau rumah tapak, mau apartemen, atau mau membuka bisnis, semua ada. Silakan meluncur ke website atau akun media sosial resmi JGC, dan bisa langsung menghubungi Customer Service misal membutuhkan informasi lebih banyak. Sepengalaman saya, pertanyaan kita pasti dijawab dengan detail dan ramah. 

Jakarta Garden City yang mengembangkan konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta, sukses memberikan solusi hunian yang nyaman dan aman. Itu yang saya simpulkan. 

Maka dari itu, tidak ragu saya mengatakan bahwa Jakarta Garden City recommended dijadikan pilihan hunian jangka panjang untuk keluarga. Yuk, #MovetoJGC! Mana tahu kita berjodoh tetanggaan. Aminkan saja dulu.

So, di akhir tulisan ini, saya berharap teman-teman dapat memetik pembelajaran dari masalah saya yang diminta mengosongkan rumah sewa dalam waktu dekat dan kalang kabut mencari kontarakan lain. Tidak mudah menemukan yang pas dan harganya pun cukup menguras tabungan hingga memaksa kami berhutang ke bank. Tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini akan terulang kembali selama kami masih menyewa rumah.

Memang benar apa yang dikatakan orang-orang, "Dari pada ngontrak mahal-mahal, mending cicil rumah aja." Jelas rumah milik sendiri yang bisa dihuni sampai tua nanti. Kalau dipikir-pikir, itulah manfaat KPR. Sebenarnya bukan semata hanya menguntungkan bank, tapi juga masyarakat seperti saya yang masih belum mampu membeli rumah secara tunai. 

Lagi pula, mana tahu suatu saat dapat rezeki besar dan bisa langsung melunasi. Masa depan tidak ada yang tahu, kan? Tapi, kita sangat bisa merencanakan.

Semoga bermanfaat.

No comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)