Di awal tahun 2025 ini, saya dikasih kejutan hidup. Mendadak saja, kami
diminta segera mengosongkan unit rumah susun yang sudah 9 tahun menaungi.
Hanya disediakan waktu 1 bulan! Apa saya bisa menemukan rumah baru dalam waktu
sesingkat itu? Jujur, saya takut dan sangat tertekan.
Memang secara aturan, kami sudah melewati batas waktu diperbolehkan tinggal di
sana. Mengingat rumah susun tersebut merupakan fasilitas dari kantor suami sebagai ASN, mau atau tidak, kami harus mengikuti surat pemberitahuan yang
sudah dilayangkan.
Saya kira sederhana, cari kontrakan, masalah beres. Ternyata, mencari kontrakan
yang sesuai dengan keinginan itu tidak mudah. Apalagi
ada anak-anak yang mesti dipikirkan juga kenyamanannya. Tidak mungkin asal
dapat dan asal ada. Bagi saya, rumah yang nyaman bagi anak-anak, itu yang utama.
Saking susahnya, saya sampai menangis di jalan. Kebetulan sedang hujan pula. Berhari-hari mencari, tak kunjung bertemu kontrakan yang pas. Bukan melebih-lebihkan, tapi proses pencarian itu benar-benar bikin saya stres. Masalahnya selalu berputar-putar di antara ukuran, akses, lingkungan, dan tentunya harga.
Sampai akhirnya, berkat pertolongan Tuhan, rumah kontrakan yang sesuai
itu ketemu juga. Saya dan keluarga kecil kami bisa bernafas lega hingga 1 tahun
ke depan. Namun, berkat kejadian ini, saya menyimpulkan satu hal. Selama masih
menyewa, sewaktu-waktu kami bisa saja disuruh mengosongkan rumah
tiba-tiba seperti kemarin.
Bagaimanapun, yang punya rumah bebas melakukan apa pun. Iya, kan? Apalagi saya sudah mendengar niat pemilik kontrakan yang sekarang untuk merenovasi dan menjual
rumah-rumahnya. Makin deg-degan saja. Fix, saya harus segera mempersiapkan diri tanpa nanti-nanti.
Memiliki Rumah Sendiri Jadi Solusi Sekaligus Target
Pesan dari orang tua yang sebelumnya saya abaikan ini (maaf ya, Ma, Pa),
sekarang selalu terngiang-ngiang di kepala. Sebenarnya ada alasan kenapa saya
belum berani membeli rumah. Saya takut berhutang dan takut tidak bisa membayar
KPR. Andai ada "sesuatu" terjadi pada suami sebagai satu-satunya pintu
penghasilan keluarga kami, walau amit-amit jangan sampai terjadi, saya
khawatir tidak mampu melunasi.
Namun, setelah mencoba mengontrak rumah di luar fasilitas kantor yang harganya
sangat ramah di kantong itu, saya mendapat "kaca mata" baru. Harga mengontrak
rumah saya sekarang cukup menguras tabungan. Bahkan demi membayar uang sewa
setahun, suami akhirnya terpaksa berhutang ke bank.
Sebagai informasi saja, harga sewa rumah saya sekarang di dareah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 35 juta setahun dengan
tambahan deposit 3 juta. Luas tanah 46m² dan sudah termasuk carport di bagian depan. Berhubung saya mencari yang bisa masuk mobil dan
ada parkiran mobil, serta setidaknya ada 2 kamar, makanya dapatlah harga
segitu. Malah dari pengalaman saya berkeliling mencari, ini termasuk yang agak
murah. Kebanyakan yang saya jumpai berkisar 45-60 jutaan. Semahal itu lo,
guys! Dan jangan selalu bayangkan rumahnya luas dan lega. Termasuk juga
akses jalan menuju ke sananya.
Andai dengan mengusahakan KPR bisa memiliki rumah sendiri, bukankan itu lebih baik? Uang sewa puluhan juta itu bisa dialihkan untuk DP atau cicilan. Dan saya juga baru tahu kalau ternyata ada asuransi KPR yang membabat habis kekhawatiran saya.
Kini, saya dan suami menargetkan untuk memiliki rumah sendiri. Demi kenyamanan
kami sekeluarga. Jadi jelas menetap di mana, tidak berpindah-pindah lagi. Mau
mendekorasi rumahnya seperti apa, bebas. Tidak macam saat menyewa yang agak
mengerem hasrat untuk memasang ini-itu.
Memang betul bahwa tidak ada yang seindah dan senyaman tinggal di rumah milik
sendiri.
Jakarta Garden City Mengembangkan Konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta, Sesuai dengan Kebutuhan Hunian Kami
Kebetulan, kemarin suami sempat bertanya ke kakak ipar, apakah rumahnya di
Jakarta Timur dijual atau tidak. Sayangnya, belum rezeki. Tapi ternyata, ada
perumahan idaman kami yang tak jauh dari sana, yaitu di
Jakarta Garden City.
Lokasinya di Jalan Raya Cakung-Cilincing, dekat
dengan exit tol Cakung Timur. Istimewanya, Jakarta Garden City
atau yang disingkat juga dengan JGC ini, mengembangkan konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta. Jadi,
pengembangannya sudah berbasis skala kota mandiri (township) di atas
lahan seluas 370 hektar.
Perlu juga dibahas sedikit untuk pengetahuan bersama, mana tahu ada juga yang
sedang mencari hunian nyaman seperti saya.
- Integrated Eco Township ini merupakan konsep kawasan perkotaan yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. #GoodLifeMatters itu penting sekali. Setuju? Kehidupan baik adalah dasar untuk berbuat lebih banyak kebaikan. Dan lingkungan tempat tinggal, jelas menjadi salah satu yang paling berpengaruh.
- Sedangkan The Largest Business District terwujud dalam Jakarta Business District di kawasan JGC ini, yang menjadi nadi perekonomian dan terintergrasi langsung dengan kawasan resedensial premium, AEON Mall, IKEA, area komersial, pusat pendidikan, dan pusat kesehatan.
Jakarta Garden City dipegang oleh developer PT Modernland Realty Tbk yang berpengalaman lebih dari 40 tahun sebagai pengembang properti terdepan di Indonesia dan sudah memiliki deretan penghargaan. Selama puluhan tahun itu, Modernland telah membuktikan dedikasi dan partisipasinya dalam mengembangkan properti terbaik di Indonesia, terutama di kawasan Jabodetabek.
Wah, saya sebagai home seeker, jelas sangat tertarik. Jakarta Garden City yang terus dikembangkan menjadi Global City, kawasan hunian modern dan terlengkap di Jakarta Timur, seperti menggambarkan kenyamanan hingga masa depan, hingga saya dan suami menua nanti.Pastinya membeli rumah bukan hanya memikirkan waktu sekarang, tapi jangka panjang sampai berpuluh-puluh tahun lagi. Bahkan bisa lebih.
Saya terbantu sekali dengan website official Jakarta Garden City. Bisa melihat-lihat tipe rumah mana yang paling tepat dengan kebutuhan.
Jadi, misal ingin kunjungan langsung ke lokasi, tidak meraba-raba lagi mau
melihat tipe rumah yang mana.
Enaknya, banyak sekali tipe rumah yang disediakan. Variasi pilihannya
benar-benar beragam, seakan siap menjawab berbagai kondisi keluarga yang tak akan mungkin sama. Bukan hanya rumah tapak dan cluster, tersedia pula apartemen dan area komersil. Baik yang murni untuk mencari rumah tinggal seperti saya, maupun
yang hendak berbisnis dan investasi, Jakarta Garden City memfasilitasi.
✅ Perumahan
Perumahan
Jakarta Garden City tersedia dalam banyak tipe cluster, yaitu Mahakam, Yarra, Vastu, Cassia, Zebrina, La Seine, Shinano, Thames, Mississippi, D'Banyan, Lantana, Alamanda, dan Palm Spring.
Setiap cluster dan rumah-rumah ini masih dibagi lagi dalam beberapa ukuran dan desain. Makanya, seperti yang
saya bilang tadi, kita bisa lebih bebas mencari rumah yang sesuai dengan kebutuhan berkat
pilihan-pilihan ini.
✅ Apartemen
Mendukung gaya hidup modern, Cleon Park Apartemen menyediakan tipe unit mulai
dari studio, 1 kamar, 2 kamar, dan 3 kamar. Yang single atau yang sudah berkeluarga, bisa tinggal di
apartemen
ini. Saya lihat videonya yang tipe 2 kamar di Instagram @jakartagardencity,
ternyata apartemen di sini bukan yang sempit, malah cukup luas dan nyaman.
Fasilitasnya pun makin bikin mupeng, seperti adanya kolam renang, gym,
daycare, dan sky garden untuk menikmati saujana kota.
✅ Komersil
Deretan ruko di area
komersil
untuk para pebisnis menjadi keungulan Jakarta Garden City selanjutnya, yang
pastinya akan sangat bermanfaat bagi para pengusaha dan juga memberi dampak
positif bagi seluruh penghuni di sini. Ruko-rukonya dibangun dengan niat
dan maksimal, desinnya clear dan modern, di depannya tersedia tempat
parkir, serta berlokasi di sisi jalan utama. Sehingga potensial untuk
dijadikan tempat usaha atau kantor.
Fasilitas
pendukung pun tidak setengah-setengah. Sebagai kota mandiri, fasilitas yang
mendukung kebutuhan seluruh penghuni bisa dikatakan sangat lengkap. Rasanya
saya tak perlu bepergian jauh-jauh untuk berbagai keperluan. Dalam kawasan Jakarta Garden City sudah ada pusat belanja,
pusat gaya hidup, modern market, pusat kuliner, sekolah, rumah sakit, hingga pusat olahraga dan rekreasi.
![]() |
Tipe rumah tipe The Essence di Jakarta Garden City |
Setelah melihat-lihat dengan saksama melalui website, ditambah pula informasi yang
disampaikan oleh Kak Grace sebagai marketing Jakarta Garden City yang semakin membantu,
saya jatuh cinta dengan tipe The Essence L5+Attic yang ada di cluster Yarra dan La Seine!
Rasanya sesuai sekali dengan kebutuhan, rencana, dan aktivitas kami sekeluarga. Setidaknya beberapa alasan berikut mendasari kenapa pilihan saya tertuju pada
tipe rumah ini. Mana tahu juga bisa menjadi referensi bagi sesama keluarga
kecil dengan dua anak.
🌸 Luas Tanah dan Bangunan Sedang
![]() |
Denah rumah The Essence L5+Attic |
Rumah The Essence L5+Attic memiliki luas tanah
75m² dan luas bangunan 95m² yang dibagi menjadi 3 lantai. Ukuran yang sedang bagi saya dan keluarga. Tidak terlalu besar dan tidak pula terlalu kecil.
Terdapat 3 kamar dan 3 kamar mandi, yang satu di antaranya ada di bawah. Ini banget yang saya inginkan.
Soalnya, melihat orang tua saya yang sudah kesulitan naik-turun tangga di usia
mereka, akan lebih baik bila ada satu kamar di lantai bawah untuk masa tua saya dan
suami nanti. Atau kalau orang tua saya dari Padang ingin berkunjung, kamar ini juga akan menyamankan mereka.
Sekarang sih tidak masalah kamar saya di atas dulu, selagi kaki masih
kuat. Lagi pula, jumlah 3 kamar ini juga sesuai dengan kebutuhan kami sekeluarga, yaitu satu kamar
untuk saya dan suami, 2 kamar untuk anak-anak yang pasti akan meminta kamar masing-masing saat besar nanti ketika sudah mengenal privasi.
Selain itu, di lantai dasar sudah ada ruang tamu (sekalian bisa untuk
ruang keluarga), ruang makan, dan dapur. Dapurnya sudah di desain di dalam
rumah, bukan di luar. Malah ada tanah lebih di belakang yang bisa dijadikan
tempat menjemur baju dan dijadikan taman.
🌸 Lantai 3 untuk Kerja
Sejak awal menikah, saya dan suami selalu membincangkan sebuah ruangan khusus yang kami gunakan untuk bekerja di rumah. Saya aktif menulis dan suami fokus pada microstock foto serta beberapa bidang digital lain, di samping pekerjaan utama sebagai ASN. Pastinya akan sangat terbantu bila ada ruangan terpisah yang menjadikan kami lebih fokus. Inilah yang dimiliki oleh rumah tipe The Essence L5+Attic.
Tambahan lantai paling atas, sempurna untuk merealisasikan apa yang sudah
bertahun-tahun kami impikan. Saya bisa membayangkan ada salah satu
dinding yang dipasang latar berfoto, lalu meja kerja, beberapa pajangan hobi
action figure suami, plakat, dan sertifikat. Kalau lelah, kami bisa
melepas penat di balkonnya. Sungguh, ini yang betul-betul kami inginkan dan butuhkan.
Ke depannya pun anak-anak pasti juga membutuhkan privasi untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah atau kuliahnya yang semakin menantang. Tentu sangat bisa memanfaatkan area kerja ini agar dapat berkonsentrasi dengan lebih baik.
🌸 Desain Bangunan Minimalis, Bukan Minimal
Terkadang saya suka kesal dengan label minimalis yang tidak tepat saat
mempromosikan rumah. Minimalis itu sebuah konsep, bukan mengacu pada
keterbatasan lahan dan bangunan. Jadi, ketika saya mendengar istilah
minimalis, yang saya lihat pertama kali pasti luas tanah dan
bangunannya.
Dengan luas tanah 75m² dan luas bangunan 95m², jelas ini konsep minimalis yang
sebenarnya. Dari tampilan depannya saja, sudah tampak garis-garis desain
sederhana dan clear, namun tetap elegan. Kekinian sekali. Masuk ke
dalam, desain minimalisnya pun makin kentara karena mengacu pada fungsi dan
efisiensi. Setiap petak ruang berfungsi sesuai kebutuhan penghuninya, yaitu
kami sekeluarga. Tidak ada ruangan yang dibiarkan tanpa fungsi, serta semuanya memanfaatkan lahan dengan optimal dan tepat guna.
🌸 Akses Jalan Lega
Berhubung semua rumah di sini memiliki carport, barang pasti akses
jalannya cukup lega dilalui oleh mobil. Ruas-ruas jalan di Jakarta
Garden City tidak pelit. Saya yang memiliki kemampuan menyetir sangat dasar
ini, tak perlu deg-degan menyerempet pengendara lain atau sesuatu yang ada di
pinggir jalan.
Misal sekarang, karena akses jalan ke rumah pas-pasan untuk mobil berselisih, saya masih belum
berani membawa mobil sendiri. Bahkan saat hujan, saya tetap memilih menjemput
anak-anak pakai motor saja. Kadang kasihan melihat mereka kehujanan
walau sudah memakai jas hujan. Soalnya mobil ada, malah terpaksa dianggurkan karena akses yang menciutkan keberanian berkendara.
Tidak ada maksud untuk tidak bersyukur atau menjelek-jelekkan kondisi tertentu.
Yang ingin saya sampaikan di sini adalah akses jalan yang lega akan jauh lebih
memudahkan seluruh anggota keluarga untuk beraktivitas dan bepergian. Terlebih ibu-ibu seperti saya yang belum jago menyetir, tapi perlu membawa mobil di waktu-waktu urgent karena tak ada orang lain yang bisa dimintai tolong.
🌸 Lingkungan yang Menyamankan
Nyaman untuk sekarang dan nyaman juga untuk nanti. Konsep
Eco-Township Jakarta Garden City memberi 60% ruang terbuka
hijau yang membuat udara lebih bersih. Di tengah polusi kota, ini bak oase di
padang pasir. Secara tidak langsung, pasti berpengaruh pada kualitas hidup
yang lebih baik.
Soal keamanan, saya tak perlu khawatir karena penjagaan 24 jam penuh. Sistem keamanan terpadu diterapkan, yaitu pengamanan gerbang kawasan
dan cluster, CCTV, patroli berkala, dan one gate system. Misal suami pergi dinas berhari-hari, saya
akan lebih tenang. Karena bertiga bersama anak-anak di rumah, terkadang ada saja kejadian mencekamnya.
Selain itu, entah kenapa, perumahan cluster menjadi lingkungan yang paling menyamankan
bagi perantau seperti saya. Perbedaan latar belakang sering kali meningkatkan
keakaraban, rasa kepedulian, dan toleransi. Saya harapkan juga akan saya dapatkan di Jakarta Garden City. Termasuk untuk
anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang, lingkungan sosial yang terbaik
pasti sangat menentukan pribadi mereka ke depannya.
🌸 Fasilitas Lengkap dalam Satu Kawasan
Kemudian untuk pendidikan anak-anak yang pastinya akan selalu menjadi
prioritas, berdiri pula sekolah bertaraf internasional, seperti Golden Baby School, Sekolah Global
Mandiri dan Singapore Intercultural School. Bahkan lokasinya sangat dekat
karena semua berada di dalam kawasan Jakarta Garden City. Meski harus pindah
sekolah karena dari Rumah Jakarta Timur terlalu jauh untuk ke sekolah
yang sekarang, tidak masalah karena hanya satu kali pindah.
Mau ke pasar, Modern Market selalu menyediakan produk berkualitas dan bahan
pangan nan segar. Dekat sekali. Lagi-lagi, ini adalah kebutuhan primer
emak-emak macam saya. Kalau enggak ke pasar, mau masak apa? Iya, kan?
Terus, menyambung pembahasan 60% ruang terbuka hijau tadi, yang sesuai
dengan tagline Jakarta Garden City “Good Life Matters”, dilengkapi
maksimal oleh Clubhouse seluas 3,7 hektar di mana di dalamnya terdapat
kolam renang anak, kolam renang balita, lapangan tenis, lapangan basket 3-on-3, area bermain anak, gimnasium, dan sauna. Pokoknya, berbagai
aktivitas indoor dan outdoor tersedia di clubhouse ini. Masih ada lagi, taman hijau dan rindang
seluas 1,25 hektar, dibuatkan lintasan jogging sepanjang 400
meter yang sepertinya akan menjadi area jalan santai favorit saya dan suami. Bahkan
kalau mau memacu adrenalin, bisa pula mencoba Jakarta Climbing Wall!
![]() |
Fasilitas olahraga yang beragam |
Daftar fasilitasnya masih ada lagi. Sebagai seorang muslim, Masjid Raya JGC
dibangun dengan sangat apik sebagai tempat ibadah yang tak kalah nyaman.
Karena orang tua saya mendidik dari kecil untuk selalu meringankan langkah
ke masjid di waktu salat, keberadaan masjid otomatis saja
masuk dalam pertimbangan mencari hunian. Tapi, tentunya bukan hanya masjid yang tersedia,
karena tempat ibadah untuk semua agama ada. Benar kan apa yang saya
katakan tadi, kawasan tempat tinggal dengan beragam latar belakang pasti
akan menguatkan toleransi, termasuk toleransi beragama.
Tak ketinggalan, fasilitas kesehatan
Rumah Sakit Mayapada Jakarta Timur sebentar lagi akan beroperasi. Masih
terbayang saat anak kedua saya mengalami demam kejang tengah malam. Rumah
sakit yang dekat sangat membantu saat itu. Saat tahu
ada rumah sakit yang dekat dengan rumah di Jakarta Garden City, ini sebuah
keistimewaan ke sekian bagi saya. Saya yakin, pasti begitu pula bagi
mayoritas orang.
Dan yang tak kalah penting untuk urusan makan-makan, karena saya hobi
kulineran. Tinggal melipir ke Food Garden, pusat kuliner lengkap dan nyaman. Bahkan yang ternama seperti Richeese Factory Bebek Kaleyo, Rumah Makan Sederhana, Mie Gacoan, dan yang lainnya
juga ada. Atau ingin cuci mata sekalian mencari hiburan? AEON Mall
dengan J-SKY Ferris Wheel tertinggi di Jakarta terbuka untuk dikunjungi. IKEA pun
tak kalah menarik untuk dimasuki bila ingin mencari perlengkapan rumah
sekalian jalan-jalan-jalan dan kulineran. Soalnya makanannya juga
enak-enak!
![]() |
Food Garden untuk kulineran |
![]() |
AEON Mall dan IKEA yang cuma selangkah dari hunian |
Terakhir, pengembangan The Largest Business District yang
dikembangkan Jakarta Garden City seakan membuncahkan kembali mimpi saya dan
suami untuk membuka cafe atau tempat nongkrong berkonsep One Piece. Suami hobi
mengoleksi apa pun terkait anime ini dan koleksinya sudah memenuhi rak di rumah. Mulai
dari action figure berbagai ukuran hingga merchandise dan
printilan-printilan kecilnya. Saya pun dulu pernah mencoba-coba menjalankan usaha kuliner
kecil saat kuliah. Mimpi kami adalah memadukan keduanya.
Nah, ruko yang ada
di kawasan komersil Jakarta Garden City tentu menjadi tempat baik untuk
merealisasikannya. Dekat dengan rumah, mudah mengontrol dan menjalankannya.
Semoga saja suatu saat bisa terwujud karena fasilitasnya tersedia. Amin.
Bagi teman-teman sesama keluarga kecil dengan anak dua seperti saya, coba deh
lihat-lihat tipe rumah The Essence L5+Attic cluster Yarra & La Seine di
Jakarta Garden City ini. Mana tahu juga sesuai dengan kebutuhan. Karena bagi
saya, mencari rumah bukan hanya asal bagus, tapi mesti dipastikan sesuai
dengan kebutuhan seluruh anggota keluarga.
Atau kalau rasanya masih kurang cocok, banyak sekali pilihan lain yang
menanti. Mau rumah tapak, mau apartemen, atau mau membuka bisnis, semua ada.
Silakan meluncur ke website atau akun media sosial resmi
JGC, dan bisa langsung menghubungi Customer Service misal membutuhkan
informasi lebih banyak. Sepengalaman saya, pertanyaan kita pasti dijawab
dengan detail dan ramah.
Jakarta Garden City yang mengembangkan konsep Integrated Eco Township dan The Largest Business District di Jakarta, sukses memberikan solusi hunian yang nyaman dan aman. Itu yang saya simpulkan.
Maka dari itu, tidak ragu saya mengatakan bahwa Jakarta Garden City
recommended dijadikan pilihan hunian jangka panjang untuk
keluarga. Yuk, #MovetoJGC! Mana tahu kita berjodoh tetanggaan. Aminkan
saja dulu.
So, di akhir tulisan ini, saya berharap teman-teman dapat memetik
pembelajaran dari masalah saya yang diminta mengosongkan rumah sewa dalam waktu
dekat dan kalang kabut mencari kontarakan lain. Tidak mudah menemukan yang pas dan
harganya pun cukup menguras tabungan hingga memaksa kami berhutang ke bank.
Tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini akan terulang kembali selama
kami masih menyewa rumah.
Memang benar apa yang dikatakan orang-orang, "Dari pada ngontrak mahal-mahal,
mending cicil rumah aja." Jelas rumah milik sendiri yang bisa dihuni sampai tua nanti. Kalau dipikir-pikir, itulah manfaat KPR. Sebenarnya bukan semata hanya menguntungkan bank, tapi juga masyarakat seperti saya yang masih belum mampu membeli rumah secara tunai.
Lagi pula, mana tahu suatu saat dapat rezeki besar dan bisa langsung melunasi.
Masa depan tidak ada yang tahu, kan? Tapi, kita sangat bisa merencanakan.
Semoga bermanfaat.
No comments
Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)