Featured Slider

Gaya Hidup Cashless Justru Bisa Membantu Mengatur Pengeluaran

No comments

Kemarin saya membaca quote lucu, namun relate dengan banyak orang di tengah kondisi ekonomi yang terus menekan. "Sudah di tahap harus mulai menyembunyikan duit gue dari gue sendiri". Karena realitanya, yang paling sering menghabiskan uang adalah keinginan untuk memenuhi gaya hidup. Bersembunyi di balik berbagai pembenaran yang dinormalisasi: hidup cuma sekali atau lebih baik menyesal membeli dari pada menyesal tidak membeli. Ada yang merasakan hal serupa?


Gaya Hidup Cashless Justru Bisa Bantu Atur Pengeluaran

Kebetulan, keluarga kami diberi rezeki untuk membeli rumah dengan sistem pembayaran cash bertahap. Dananya bukan seluruhnya uang kami, setengahnya harus meminjam dengan cicilan 3 juta per bulan. Tentu bukan angka yang kecil. Tapi, bagaimanapun, tetap harus diupayakan untuk investasi masa depan. Tidak ada jalan lain yang paling membantu selain mengetatkan pengeluaran agar jangan sampai terlena mengikuti gaya hidup semata. Kami harus mengatur keuangan dengan lebih bijak lagi. Menyembunyikan uang dari diri sendiri bukanlah quote menghibur, melainkan menjadi langkah yang harus kami lakukan agar tujuan memiliki hunian bisa terwujud sepenuhnya.


Hal pertama yang terlintas adalah memisahkan tabungan di rekening bank dengan uang belanja. Agar saya sebagai ibu yang lebih intens berbelanja untuk kebutuhan keluarga, dapat mengontrol dan mengevaluasi arus keuangan dengan lebih mudah. Jadi, anggaran belanja ditransfer ke dompet digital, supaya tidak mengganggu anggaran lainnya. Termasuk anggaran untuk cicilan rumah. Intinya, menjadikan pengeluaran satu pintu saja agar jelas arusnya.


Cashless Justru Bantu Atur Pengeluaran


Cashless Justru Bantu Atur Pengeluaran

Banyak yang bilang cashless bikin boros. Saya tidak sepenuhnya setuju. Sistem pembayaran cashless atau digital justru bisa membantu mengatur pengeluaran bila diimbangi dengan literasi dan perilaku finansial yang bijak. Sesuai data BPS tahun 2024, 29,19% rumah tangga Indonesia telah memiliki dompet digital. Tentu manfaatnya sangat berkaitan dengan keuangan keluarga.


Penelitian Ramadhanti, Buchdadi, dan Fawaiq (2023) dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta yang dipublikasikan dalam Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (JBMK) menemukan bahwa alasan utama seseorang menggunakan dompet digital adalah kemudahan (perceived ease of use) dan manfaat (perceived usefulness). Jadi bukan karena ikut-ikutan. Pengguna lebih mempertimbangkan kemudahan dan manfaat nyata dibanding faktor lainnya ketika memutuskan menggunakan dompet digital.


✅ Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use)

Fitur-fitur dompet digital membuat praktis banyak hal, misalnya pembayaran dengan QRIS sebagai fitur utama, transfer, bayar tagihan dan cicilan, hingga terhubung dalam ekosistem tertentu yang lekat dengan aktivitas sehari-hari. Beda dompet digital, tentu beda pula ekosistemnya. Misalnya AstraPay dengan ekosistem Astra. Tinggal pilih yang paling sesuai kebutuhan agar manfaat yang dirasakan lebih maksimal.


Bila diniatkan untuk mengalokasikan anggaran bulanan, dompet digital akan lebih praktis ketimbang membuat rekening baru sebagai pos-pos dana. Karena dana belanja akan dipakai intens untuk harian, jadi tidak bersifat tetap. Di dompet digital juga tidak ada biaya administrasi setiap bulan seperti di rekening bank dan tidak ada pula saldo minimun mengendap. Sehingga kita bisa mengalokasikan dana bulanan dengan lebih akurat sesuai anggaran.


Manfaat yang Dirasakan (Perceived Usefulness)

Dikaitkan dengan manfaat untuk mengatur pengeluaran, dompet digital memiliki rekam jejak transaksi yang bisa menjadi evaluasi dan pelaporan pribadi. Bicara soal keuangan, tak akan lepas dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Sedangkan untuk mencatat semua transaksi yang dilakukan hingga ke nominal terkecil secara manual, membutuhkan upaya yang belum tentu semua orang mau dan punya waktu melakukannya. Inilah keunggulan utama dompet digital yang akan membantu mengatur dan memantau pengeluaran agar jangan sampai melebihi anggaran. Serta bisa menjadi dasar untuk membuat strategi pengelolaan yang lebih baik untuk ke depannya.


Selain itu, fitur-fitur dompet digital memangkas pengeluaran yang selama ini luput dari perhitungan. Paling familiarnya soal kembalian yang ditukar permen atau terpaksa harus belanja lagi agar nominalnya pas. Ini akan teratasi bila melakukan pembayaran dengan QRIS. Lalu saat membayar tagihan-tagihan seperti PLN atau PDAM dengan dompet digital, secara tidak langsung akan menghemat uang bensin atau transportasi. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah promo, cashback, atau reward yang sering kali memberi potongan harga lumayan. Misal potongan harga saat membeli token listrik atau cashback 50% saat berbelanja di minimarket bila melakukan pembelian/pembayaran dengan dompet digital. 


Hanya dengan membawa smatphone, kapan saja dan di mana saja bisa bertransaksi dengan lebih praktis. Data transaksi pun selalu tercatat dan dapat dilihat sebagai laporan. Sehingga kepraktisan berbelanja itu dapat terkontrol melalui angka-angka yang jelas dan pasti. 


AstraPay: Lengkap, Aman, dan Terhubung dengan Ekosistem Astra Financial


AstraPay Lengkap, Aman, dan Terhubung dengan Ekosistem Astra Financial

AstraPay merupakan aplikasi dompet digital yang dikembangkan oleh PT Astra Digital Arta dan menjadi bagian dari ekosistem Astra Financial. Hadir sejak tahun 2020, bukan hanya QRIS, AstraPay memiliki beragam fitur yang menjawab kebutuhan transaksi keuangan digital seperti berikut.

  • Isi ulang listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, pulsa dan paket data, internet, hingga cicilan dan PBB. Dilengkapi pengingat supaya tidak telat bayar.
  • Pembayaran tagihan asuransi BPJS dan Astra Life.
  • Transfer dan top up uang elektronik.
  • Bayar tiket pesawat, tiket kereta, hotel, MRT, dan Trans Jakarta.
  • Membeli voucher streaming dan game.
  • Beramal melalui fitur zakat, infaq, dan wakaf.

Bagaimana bila membutuhkan uang cash? Tenang, AstraPay memiliki fitur untuk tarik tunai melalui ATM Permata. Jadi, yang terpakai tetap anggaran bulanan yang telah dialokasikan, tidak menyentuh tabungan di rekening bank.


Nah, keunggulan yang membedakan AstraPay dengan dompet digital lain adalah terintegrasinya dengan berbagai layanan Astra Financial. Jika memiliki motor Honda, mobil Toyota, cicilan kendaraan di FIF, ACC, atau TAF, AstraPay sering memberikan cashback atau promo khusus untuk service, membayar cicilan, hingga membeli motor!


Terpenting, soal keamanan, AstraPay sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Setiap kali login, harus masukkan PIN atau biometrik yang memberikan perlindungan ganda. Sehingga ketika terjadi musibah misal smartphone ketinggalan atau hilang, dana yang tersimpan akan lebih aman. Bila ada kendala atau masalah, kontak yang dihubungi pun tersedia. Bisa melalui sambungan telepon, email, atau WhatsApp resmi. Sesuatu yang memberikan ketenangan lebih pada pengguna.


Bagaimanapun, pengalaman dan literasi tetaplah menjadi penentu. Sebagai pengguna, kita harus terus mengikuti kabar atau informasi terbaru mengenai keuangan digital. Kalau menggunakan AstraPay, bisa membaca berbagai artikel tips finansial yang terus di-update sebagai penguat literasi. Jangan sampai malas memperbarui informasi karena kejahatan digital masih marak terjadi dan triknya pun kian beragam.


Terakhir sebagai kesimpulan, dengan memilih dompet digital yang sesuai kebutuhan, dengan kemudahan dan manfaat yang diberikannya, mengatur pengeluaran untuk mencapai tujuan keuangan dapat dilakukan dengan lebih baik. Ketika digitalisasi memfasilitasi, kenapa tidak?

Ketika AstraPay jadi Dompet Digitalnya Ibu-ibu

No comments

Bila masih ada yang beranggapan kalau ibu-ibu hanya menggunakan dompet kecil hadiah toko emas untuk belanja ke pasar, itu sudah ketinggalan zaman. Digitalisasi bukan hanya dinikmati kaum muda, ibu-ibu pun sudah memanfaatkannya untuk bertransaksi seputar kebutuhan rumah tangga. Mulai dari belanja sayur, hingga jajan-jajan kecil di taman dekat rumah. Jadi, jangan heran bila ibu-ibu panik saat smartphone-nya ketinggalan, karena dompetnya ada di situ. 


Ketika AstraPay jadi Dompet Digitalnya Ibu-ibu

Digital Mum Survey 2021 oleh The Asian Parent Group menyatakan ternyata ibu-ibu telah terbiasa menggunakan dompet digital dalam bertransaksi. BPS pun mencatat 29,19% rumah tangga di Indonesia sudah memiliki dompet digital pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa pembayaran digital memberi kenyamanan tersendiri bagi banyak keluarga. Tak terkecuali ibu-ibu yang lebih intens berbelanja, terutama untuk kebutuhan rumah. Kalau tidak nyaman, tentu tidak akan sebanyak itu yang menggunakan.


"Senang deh belanja sayur di sana, soalnya bisa bayar pakai QRIS." Ini terucap langsung dari salah seorang teman saya. Tentu saya setuju. Sering kali ibu-ibu lupa menarik uang cash dari ATM, apalagi kalau ATM-nya jauh dari rumah. Padahal, setiap hari pasti ada saja yang harus dibeli. Minimal untuk makan keluarga. Makanya, ketika penjual sayur menyediakan pembayaran digital, akan mendapat nilai plus


Ini belum membahas soal frekuensi belanja online. Jangan buru-buru menganggapnya pemborosan, justru menjadi bagian strategi mengelola keuangan. Pada tahun 2024, Digital Mum Survey kembali mengungkapkan bahwa frekuensi belanja online ibu-ibu cukup tinggi untuk setiap bulannya, bahkan ada yang melebihi 12 kali. 84% responden menyatakan bahwa harga yang ditawarkan di platform daring lebih murah dibandingkan toko offline. Pembayarannya, tentu kembali lagi ke dompet digital.


Sebenarnya, banyak keuntungan dan manfaat lain yang didapat ketika dompet digital digunakan ibu-ibu. Bukan untuk gaya-gayaan, melainkan kebutuhan. Nah, salah satu dompet digital berfitur lengkap yang layak direkomendasikan adalah AstraPay.


AstraPay merupakan aplikasi pembayaran digital dari Astra yang menghadirkan berbagai solusi transaksi praktis, aman, dan terintegrasi dalam ekosistem digital untuk mendukung kebutuhan masyarakat modern.


Lalu, apa saja manfaatnya ketika ibu-ibu menggunakan AstraPay dalam transaksi sehari-hari, dan sejauh mana perannya dalam membantu menajemen keuangan rumah tangga? Tentu saja bukan sebatas keparkatisan QRIS, tetapi jauh lebih dalam. Mari bahas satu per satu.


🌸 Fitur Lengkap yang Memudahkan Berbagai Urusan

Fitur Lengkap yang Memudahkan Berbagai Urusan

Bukan hanya QRIS untuk bayar-bayar, AstraPay memiliki beragam fitur yang mempermudah berbagai urusan.

  • Mulai dari isi ulang listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, pulsa dan paket data, internet, hingga cicilan dan PBB.
  • Pembayaran tagihan asuransi seperti BPJS dan Astra Life.
  • Untuk transfer dan top up uang elektronik, tak perlu khawatir. Bahkan tarik tunai ketika butuh cash, bisa dilakukan di ATM Permata tanpa perlu transfer-transfer ke ke rekening bank dulu.
  • Bayar tiket pesawat, tiket kereta, hotel, MRT, Trans Jakarta, fiturnya juga ada.
  • Butuh hiburan? Silakan beli voucher streaming dan game di aplikasi.
  • Tak ketinggalan menyisihkan sebagian rezeki melalui fitur zakat, infaq, dan wakaf.


Ketika melihat aplikasi dompet digital AstraPay untuk pertama kali, fitur asuransi cukup menarik perhatian saya. Dulu saya pernah membayar asuransi secara manual, yaitu mentransfer langsung dari rekening melalui nomor virtual account. Entah kenapa, jadinya ribet dan akhirnya malas melanjutkan membayar. Andai bisa langsung dibayar seperti di AstraPay, mungkin saya masih konsisten membayar premi. Fitur yang sangat membantu ibu anti ribet seperti saya untuk berasuransi. Ini hanya salah satu contoh kemudahan yang difasilitasi AstraPay.


Dengan fitur lengkap AstraPay, ibu dapat memisahkan uang di rekening bank dengan uang bulanan yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari hingga tagihan dan cicilan. Tidak perlu buka-buka mobile banking lagi, takutnya tabungan tanpa sadar terpakai. Cukup melakukan berbagai transaksi dengan AstraPay saja.


🌸 Lebih Mudah Mengevaluasi Pengeluaran

Belanja harian memang tampak kecil kalau melihatnya dari harga satu ikat sayur saja. Padahal setelah diakumulasikan, sering bikin was-was. Di tengah kondisi ekonomi sekarang, membawa seratus ribu ke pasar, serasa tidak ada harganya. Kadang kebingungan sendiri, "Kok uangnya sudah habis padahal baru belanja sedikit? Memangnya aku beli apa saja dari tadi?"


Bila ibu bertransaksi dengan AstraPay, semuanya akan tercatat tanpa ada yang terlewat. Jadi jelas habisnya ke mana, beli apa saja, dan bisa melihat mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Andai uang belanja melebihi yang dianggarkan, jauh lebih mudah untuk melihat sumber kebocorannya. Karena kalau mencatat manual setiap transaksi belanja, apalagi yang kecil-kecil seperti sayur atau kebutuhan masak, membutuhkan upaya yang belum tentu semua ibu punya waktu dan energi untuk melakukannya.


🌸 Promo, Cashback, dan Point yang Bikin Lebih Hemat

Promo, Cashback, dan Point yang Bikin Lebih Hemat

Berlimpah promo dan cashback kalau ibu membayar dengan AstraPay. Bukan hanya makan, jajan, dan belanja, melainkan juga saat membayar cicilan, tagihan, hingga membeli motor! Enaknya lagi, ada point yang akan didapatkan setelah bertransaksi. Point ini pun bisa digunakan kembali untuk melakukan pembayaran lain atau ditukarkan voucher belanja. Dijamin bisa bikin ibu lebih hemat.


🌸 Lebih Menguntungkan Bila Keluarga Menggunakan Layanan Astra

Ini salah satu keunggulan yang membedakan AstraPay dengan dompet digital lain. AstraPay terintegrasi dengan berbagai layanan Astra. Jika keluarga memiliki motor Honda, mobil Toyota, cicilan kendaraan di FIF, ACC, atau TAF, AstraPay sering memberikan cashback atau promo khusus untuk service maupun cicilan. Kemarin saja suami saya baru ke Astra OtoService untuk ganti oli dan sparepart lain, lumayan tagihannya. Begitu pula service motor di AHASS, mesti bayar ratusan ribu. Kalau ada potongan harga, tentu sangat meringankan.


🌸 Meningkatkan Pengalaman dan Literasi Keuangan Digital

Meningkatkan Pengalaman dan Literasi Keuangan Digital

Ini penting! Dengan terbiasa menggunakan AstraPay sebagai dompet digital, ibu akan memiliki pengalaman dalam bertransaksi digital. AstraPay juga menyediakan berbagai tips finansial yang dapat memperkuat literasi. Percayalah, ketika ibu memiliki literasi keuangan digital yang baik, akan berdampak positif bagi keluarga dan dapat disisipkan juga dalam pengasuhan.


Jadi, dompet digital itu bukan hanya sekadar alat pembayaran. Bila mau mengeksplor dan memanfaatkan lebih banyak fitur-fitur yang tersedia, dompet digital sangat memungkinkan untuk membantu ibu mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik.


Terakhir, pilihlah aplikasi dompet digital yang sesuai kebutuhan. Masing-masing dompet digital memiliki ekosistem, promo, dan keunggulan yang berbeda. Bila sudah tepat, manfaat yang diperoleh tentu lebih maksimal. Hindari menginstal terlalu banyak dompet digital yang justru meningkatkan risiko pemborosan dan menyulitkan pemantauan pengeluaran. Pastikan pula dompet digital sudah berizin dan diawasi Bank Indonesia demi keamanan data dan dana. Ingat, bagaimanapun kendali dan keputusan tetap berada di tangan pengguna, ya.

Simbiosis Mutualisme dalam Perluasan Basis Pajak Digital

No comments

Beberapa waktu lalu di komunitas bloger yang saya ikuti, perluasan basis pajak ke ranah digital menjadi perbincangan hangat. Meski bloger tidak asing dengan potongan pajak dalam kerja sama, ketegasan pemerintah kali ini berhasil memancing kembali pertanyaan yang belum terjawab. Kenapa bloger diakui sebagai wajib pajak sedangkan keberadaannya sendiri masih di atas garis samar? Dikatakan profesi bukan, tapi jasanya dibutuhkan dalam ekosistem digital dan masuk dalam daftar PPh atas jasa.


Simbiosis Mutualisme dalam Perluasan Basis Pajak Digital

2 Cara Cepat Mengecek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu

No comments

Masalah sertifikat tanah memang sangat krusial dan wajib dicek keasliannya saat akan membeli rumah atau tanahnya saja. Karena banyak sertifikat tanah yang tampak seperti asli, tapi setelah dicek, tidak terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untungnya, sekarang kita tidak perlu jauh-jauh mengecek keaslian sertifikat dengan datang langsung ke kantor BPN. Bisa dari rumah saja dan GRATIS.


2 Cara Cepat Mengecek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu secara Online

Trik Bersihkan Dapur Cepat Sebelum Tamu Datang

No comments

Mengadakan acara kumpul keluarga atau arisan kecil di rumah menjadi momen yang menyenangkan di akhir pekan. Namun, bagi pasangan muda yang tidak memiliki asisten rumah tangga (ART) tetap, persiapan memasak menu sajian sering kali menguras waktu dan tenaga. Akibatnya, area memasak menjadi sangat berantakan, padahal sebentar lagi tamu akan datang.


Trik Bersihkan Dapur Cepat Sebelum Tamu Datang

Pengalaman Treatment Subsisi dan Laser CO2 untuk Menghilangkan Scars di Sozo

No comments
Di tahap capek banget sama scars atau bopeng yang enggak hilang-hilang ini. Sudah treatment microneedling 4 kali, rasanya nggak banyak perubahan. Makanya, pas lihat iklan treatment subsisi di Instagram, saya penasaran. Apa memang lebih efektif mengatasi bopeng karena yang diperbaiki adalah jaringan bawah kulitnya? Akhirnya saya coba di Sozo! Ambil paket Ultimate Scar Solution yang sekalian sama Laser CO2. Katanya juga ampuh untuk bopeng.

Pengalaman Treatment Subsisi dan Laser CO2 untuk Menghilangkan Scars di Sozo